Kumpulan Cerita Cinta Sedih Mengharukan

Berbicara tentang cinta memang tak akan ada habisnya. Ya,perasaan cinta sendiri selalu ada di hati. Datang tiba-tiba atau datang saat sedang dibutuhkan. Siapapun memiliki perasaan cinta dan sayang kepada seseorang baik kepada teman,pacar,orang tua,keluarga dan orang yang terdekat. Definisi cinta sendiri menyayangi satu sama lain. Ya,walaupun terkadang tak bisa dimiliki. Tetapi,memang cinta selalu membuat perasaan bahagia atau menjadi sedih.

Biasanya diungkapkan dalam sebuah cerita cinta sedih. Mungkin saja kisah percintaan anda sedih atau berlika-liku. Bisa membaca beberapa cerita cinta sedih dibawah ini yang bisa menguras air mata dan perasaan.



Kumpulan Cerita Cinta Sedih


Dia Cinta Pertamaku
Karya : Mita

Pertama kali aku jatuh cinta dulu waktu umur 10 tahun. Waktu itu rasanya masih terlalu cepat untuk anak seumuranku mengenal cinta. Pada umur 10 tahun itu pula, aku pertama kali mengenal kata pacaran. Sebut saja dia cinta pertama sekaligus pacar pertama untukku. Karena namanya anak-anak, pacarannya juga seolah main-main dan kekanak-kanakan. Tapi perasaan itu seakan masih membekas sampai sekarang. Kenangan kebersamaannya juga seakan masih teringat jelas. Aku pikir itu bukan cinta biasa.

Sekarang umurku belum genap 16 tahun. Lima tahun lebih berlalu semenjak itu. Hubungan yang dijalin itu memang telah berakhir dua tahunan yang lalu, saat aku dan dia memutuskan berpisah. Waktu saat kami mulai sama-sama memasuki bangku SMP. Pemikiran yang dewasa memang saat aku berpikir bahwa aku tidak begitu lagi mencintainya.

Ternyata perpisahan waktu itu bukan pilihan yang tepat. Tanpa kusadari di hatiku masih ada dia, entah itu karena aku melihatnya setiap hari atau apa tapi bisa jadi karena kami masih satu sekolah. Mungkin karena tidak terlalu besarnya cintaku padanya, aku pun seolah acuh pada hatiku yang mengatakan aku masih mencintainya. Dan aku pun menjalin hubungan dengan seseorang, seseorang yang pada akhirnya membuat aku menunggu sangat lama, seseorang yang seolah mempermainkan aku dan seseorang yang membuat aku menyesal telah mengabaikan perasaan bahwa aku masih mencintainya, cinta pertamaku. Tidak tidak, itu bukan sebuah penyesalan yang pantas disesali.

Dan untuk ketiga kalinya, aku kembali menjalin hubungan. Aku seperti menjadi orang jahat waktu bersamanya, selalu melakukan tindakan sesukaku. Huh, aku seolah melampiaskan perasaanku pada orang ini. Tapi mengapa dia teramat baik untuk itu? Apakah bila aku kembali memutuskannya, dia akan baik-baik saja? Aku hanya tak ingin kembali menyakitinya oleh karena sifatku yang seperti ini. Mungkin memang aku aneh, tapi dibalik itu semua aku menyayanginya.

Aku tidak terlalu mempercayai itu cinta. Karena aku juga dibesarkan di keluarga yang tidak terlalu banyak cinta. Aku mungkin seorang yang kesepian, seorang yang hanya bisa memendam semuanya sendiri. Bagaimana dengan orang yang kusebut sahabat? Berpikir mereka memiliki masalahnya masing-masing, itu tak masalah jika aku tidak begitu mau berbagi masalahku.

Hari-hariku ku jalani dengan selalu berharap bahwa esok akan lebih baik. Selalu berusaha menunjukkan bahwa hidupku tidak memiliki masalah dan aku orang yang paling bahagia di dunia ini serasa melelahkan. Semuanya kebohongan. Saat hatiku merasa lelah dengan semua ini, saat itu pula aku selalu merindukannya. Dia yang biasanya menyandarkan bahunya untukku saat aku merasa sedih. Dimana dia saat ini? Mengapa aku terlambat menyadari bahwa dia teramat berarti untukku.

Otakku menjadi bingung saat aku memikirkan mengapa aku bersedih saat aku mengetahui dia sudah memiliki kekasih baru dan sangat senang jika suatu hari dia berpisah dengan kekasihnya itu. Ada apa denganku? Padahal jelas-jelas aku mengatakan aku tidak begitu menyukainya lagi. Tapi mengapa saat dia menatapku, hatiku seolah masih bergetar? Dia, cinta pertamaku, mengapa sekarang dia menjadikan aku orang yang egois? Aku hanya ingin dia mencintaiku, aku hanya ingin hanya aku di hidupnya padahal cintaku sendiri tidak sepenuhnya untuknya, hatiku bahkan sekarang seolah mengatakan aku mencintai orang lain. Tapi mengapa dia seolah abadi dalam hatiku ini?
Hingga suatu saat orang lain yang kucintai itu memilih pergi meninggalkanku. Aku merasa sedih, hatiku seolah hancur.

 Orang lain itu mengapa seenaknya untuk datang pergi, mengapa orang lain itu selalu menghancurkan hatiku dan kemudian memperbaikinya. Dan mengapa orang lain itu seperti telah menjadikan aku orang yang sangat mencintainya. Tidak, orang lain itu bukan menjadi orang lain lagi, orang lain itu telah menjadi orang yang penting di hidupku. Otakku tidak begitu hebat untuk bisa mengerti hati, bahkan tentang perasaan ini masih sulit dimengerti. Saat aku mengatakan aku mencintainya, tapi hatiku juga menegaskan bahwa di sisi lain nama cinta pertamaku itu masih belum hilang. Oh Tuhan, mengapa saat hatiku hancur karena orang lain itu, Kau malah mengirimkan dia “cinta pertamaku” untuk menghiburku.

Dia kembali mengatakan bahwa dia masih mencintaiku. Kata-kata itu seperti menjadi alasan aku tersenyum namun tidak begitu ku indahkan. Aku buat dia menunggu, padahal aku tau jawaban hatiku yang tak bisa menerimanya lagi. Ya, sampai suatu saat orang lain yang begitu aku cinta itu datang kembali. Entah karena aku bodoh atau apa, aku menyambutnya dengan penuh senyuman dan kebahagiaan. Aku meninggalkan dia “cinta pertamaku” karena orang lain tanpa berpikir apa yang akan terjadi padanya. Tapi dia tidak pernah bosan datang dan datang lagi kepadaku dan aku pun selalu menolaknya.

Hingga suatu ketika dia datang lagi tapi bukan untuk mengatakan “dia mencintaiku” melainkan orang lain. Dadaku terasa sesak saat itu dan hatiku seakan sakit. Bagaimana mungkin aku seperti? Mengapa aku begitu egois. Tidak selamanya dia akan selalu mencintaiku, tidak selamanya dia rela menunggu. Aku hanya bisa menahan tangis dan mengatakan “Berbahagialah. Aku tau suatu saat nanti kamu pasti menemukan orang yang lebih dari aku”. Dia hanya membalas dengan senyum, dan aku melanjutkan dalam hati “Tapi bisakah walaupun kau mencintai orang lain saat ini, aku akan selalu ada di hatimu itu dan selalu abadi disitu”.

Cinta Beda Keyakinan

Cerpen Karangan Karya : Della Amelia Risdi


Cinta dengan seseorang yang berbeda keyakinan tidaklah mudah untuk ditaklukkan. Cinta seharusnya dapat menjadikan dua insan yang berbeda menjadi satu.
“Vitaa..” seseorang menarik tanganku. “Eh iya, ada apa?” kataku sambil menoleh ke belakang.
“Entar, pas pulang tungguin Reza ya” katanya sambil melepaskan tanganku.
“Mau pulang sama?” kataku. “Hehe iya, tahu aja” katanya.
“Ya udah” jawabku. “Oke deh, sampai jumpa pas pulang nanti” katanya sambil berjalan menuju tangga.

Dia pacarku namanya Reza. Dia juga termasuk kakak kelasku di sekolah, kami udah ngejalani hubungan ini selama 6 bulan. Tetapi keyakinanku dengan dia berbeda.

Jam ke jam, menit ke menit, detik ke detik pun berlalu. Lonceng bel pun berbunyi menandakan bahwa waktu pulang sudah tiba. Aku pun menunggunya di depan kelasku, dengan melihat segerombolan anak kelas lain ke luar dari kelasnya. “Haii” sapanya, “Eh, hai juga” jawabku. “Yuk pulang” ajaknya, “Yuk” jawabku. Selama di perjalanan dia hanya diam sama sepertiku, dan aku pun membuka percakapan duluan, “Kok tumben nyamperinnya cepat? Biasanya kan lama?” dia hanya tersenyum.

“Vita boleh nanya sesuatu enggak sama Reza?” tanyaku. “Boleh, tanya aja” jawabnya.

“Reza yakin sama hubungan ini?” tanyaku secara serius.

“Kok Vita nanya kayka gitu? Vita udah dapat yang lebih dari Reza ya?” tanyanya balik.
“Bukan, bukan gitu. Vita enggak yakin aja sama hubungan ini” jawabku sambil melihatnya.
Dan seketika lokasi yang kami tuju pun sudah sampai, dan kami pun turun dari angkutan yang kami naiki tadi. Dia membayarnya sedangkan aku menunggunya. “Kok Reza diam aja, Reza marah?” tanyaku sambil memegang tangan kanannya. “Eh, engga kok. Reza cuma takut aja kehilangan Vita.” jawabnya sambil membalas pegangan tanganku.

“Tenang, Vita enggak akan ninggalin Reza. Vita akan selalu ada di hati Reza untuk selamanya.” kataku dengan tersenyum penuh arti. “Makasih, ternyata Reza enggak salah pilih” katanya dengan lembut. Sedih rasanya jika harus jujur padanya, satu sisi aku sayang banget sama dia, satu sisi lagi aku memikirkan keyakinan kami yang berbeda.

“Rezaa..” panggilku sambil menatap matanya.

“Iya sayang” jawabnya. “Maaff..” kataku sambil menangis.

“Maaf buat apa sayang? Jangan nangis dong, Vita kan enggak ada salah sama Reza” katanya sambil menghapus air mataku dengan tangannya yang lembut. “Maaf za, mungkin hubungan kita sampai di sini aja” kataku menangis sambil memeluknya. Dia hanya terdiam seribu bahasa.
“Reza kamu denger Vita kan? Vita sayang sama Reza, Vita juga takut kehilangan Reza. Tapi kita gak mungkin bersama, Kita gak mungkin kayak gini terus zaa.” Kataku dengan hati yang begitu kecewa. Sebenarnya aku tak ingin seperti ini zaa, aku ingin selalu bersamamu sampai akhir hayatku. Namun apa daya, kita sudah ditakdirkan untuk tidak dapat bersama-sama.

Dia membalas pelukanku, pelukan yang begitu penuh arti bagi hidupku. “Reza tahu kita tidak akan bisa selamanya, tapi bolehkah hatimu tinggal di hatiku untuk selamanya? Reza sangat menyayangimu Vita, tak ada yang mampu menggantikan posisimu di hati ini. Jika ini jalan yang terbaik untuk kita, baiklah kita akhiri saja hubungan ini. Terima kasih sudah menemaniku selama 6 bulan ini, terima kasih sudah mewarnai hidupku dengan warna yang begitu indah. Berkatmu aku mengenal apa itu sebenarnya cinta.” katanya sambil meneteskan air mata yang mengenai bajuku.

Aku hanya diam, diam, dan terus diam. Menangis di dalam pelukannya, pelukan terakhir yang sangat penuh arti yang ku rasakan di dalam hidupku. Semoga engkau dapat yang lebih baik dariku Reza, dan mendapatkan jodoh yang seiman denganmu. Terima kasih sudah bersedia masuk di dalam hidupku. Sosokmu tak akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku. Ya begitulah cinta beda keyakinan membuat kita bingung, apakah kita lebih mencintai ciptaanNya atau penciptaNya. Tapi tenang.. Akan ada masanya cinta akan mendatangimu dan tak akan pernah meninggalkanmu untuk selamanya.

Itulah kumpulan cerita cinta sedih mengharukan yang bisa anda jadikan referensi membaca. Ya,walaupun terkadang cinta harus berakhir tragis. Setidaknya mencintai adalah hal yang indah dalam hidup ini. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung.

0 Response to "Kumpulan Cerita Cinta Sedih Mengharukan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel